Penetasan Telur Gurame Dan Pemeliharaan Larva

Penetasan Telur Gurame Dan Pemeliharaan Larva

Pada tahap penetasan telur, untuk pembudidaya dituntut ketekunan dalam memelihara telur gurame. Hal itu karena masa kritis untuk pemeliharaan Ikan Gurame terletak pada tahapan ini.

Pembudidaya harus melakukan pembersihan telur-telur yang mati ( yang berwarna putih keruh). Jika tidak dilakukan, akan berakibat pada penularan ke telur-telur yang sehat. Pada telur-telur yang mati, terdapat semacam duri yang dapat menusuk ke telur-telur yang sehat jika saling menempel dan berdekatan.

Sarang yang sudah berisi telur selalu sering di cek setiap harinya, karena kemungkinan induk gurame akan segera memijah setelah dimasukan ke dalam kolam pemijahan.

Pada gurame, kuning telur akan habis antara 9-10 hari setelah menetas. Jika kita amati, ekor akan mulai terlihat pada umur 3 hari. Pada hari ke-4, telur akan mulai bergerak. dan pada umur 6 hari, kepalanya akan mulai terlihat dan tumbuh menjadi larva.
Larva yang baru menetas jangan diberi pakan karena masih mengandalkan kuning telur yang masih menempel sebagai cadangan makanannya.

Lalu keberhasilan dalam kegiatan ini yaitu terletak pada masa perkembangan awal dan sangat dipengaruhi oleh masa kritis benih dan pemberian pakan. Masa kritis benih merupakan saat kuning telur mulai habis dan larva mulai mengambil makanan dari luar. Hal itu ditandai dengan larva yang sudah mulai berenang.

Jika 50% larva sudah mulai berenang, saat itu merupakan waktu yang tepat bagi benih untuk mulai diberikan pakan.

Have your say