Mekanisme Daur Ulang Limbah dalam Budidaya Ikan Lele Berbasis Teknologi Bioflok

Mekanisme Daur Ulang Limbah dalam Budidaya Ikan Lele Berbasis Teknologi Bioflok

Budidaya ikan membutuhkan pakan sebagai penunjang pertumbuhan ikan. Pakan yang diberikan tidak semua termakan sebagian pakan yang berikan hanya 25% yang dikonversi sebagai hasil produksi dan yang lainnya terbuang
sebagai limbah (62% berupa bahan terlarut dan 13% berupa partikel terendap)

Limbah budidaya tersebut menimbulkan permasalahan yaitu penurunan kualitas perairan dan menurunkan sistem imun ikan. Bahan organik dalam limbah budidaya ikan terbentuk dari sisa-sisa pakan ikan yang tidak termakan dan mengendap di dasar perairan sehingga air limbah mengandung unsur karbon yang dapat berikatan dengan unsur lainnya.

Saat Ini Teknologi Bioflok merupakan Sistem Budidaya Ikan Intensif yang memanfaatkan Prinsip Daur Ulang Nutrien Pakan yang terbuang baik dari sisa pakan, fases maupun produk metabolisme oleh bakteri heterotrof. Pertumbuhan bakteri Heterotrof yang mengkonversi limbah yang terakumulasi dalam sistem Budidaya Distimulasi dengan penambahan sumber karbon organik dengan rasio C/N tertentu.

Bakteri Heterotrof ini selanjutnya dapat membentuk agregat dan bersama dengan berbagai mikroorganisme lainnya akan membentuk apa yang disebut Bioflok yang selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali secara in situ oleh organisme yang dibudidayakan atau dipanen dan diproses sebagai bahan baku pakan.

Dengan demikian dari aplikasi teknologi ini maka konsentrasi limbah nutrien yang dapat toksis bagi hewan budidaya, dapat dipertahankan agar tetap rendah sehingga pergantian air tidak perlu atau hanya sedikit saja. Resiko penyebaran penyakit melalui air baru yang lebih rendah, efisiensi nutrien pakan yang lebih tinggi karena adanya daur ulang serta teknologi yang relatif sederhana.

Have your say